Rabu, 15 Juli 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Renungan Akhir Pekan

MUSUH ABADI

Sabtu, 6 Juni 2020
Muhammad Yahya Ajlani

Dalam pergaulan sehari-hari, ketegangan, permusuhan dan konflik kerap kali  menjangkiti pribadi atau kelompok masyarakat. Potensi itu lebih mudah kita temukan dalam dunia politik, usaha dan pemerintahan. Malah  dunia  pendidikan dan keagamaan sekalipun tidak luput dari potensi  itu.

Sikap permusuhan itu ada yang  sekedar menyimpan ketidak senangan dalam hati. Ada yang mengekspresikannya dalam bentuk kata-kata  kasar dan menyakitkan. Ada yang dengan sengaja menyebarkan aib dan fitnah. Ada juga yang sampai tega membahayakan fisik.

Dalam Islam, seseorang tidak diperkenankan menyakiti orang lain, baik perasaan ataupun fisik. Malah ketika ada orang lain yang bersikap kurang baik kepada kita, justru langkah terbaik adalah tidak membalasnya dengan kejahatan yang sama. Tetapi harus membalasnya dengan kebaikan. Rasulullah SAW. bersabda: “Tiga golongan yang hisabnya dipermudah dan masuk surga; memberi pada orang yang tidak pernah memberi kepadamu, memberi ma’af kepada orang yang telah menzhalimimu dan menghubungkan silaturahmi kepada orang yang memutuskanmu.”(HR. Hakim).

Sebagai muslim, kita tidak selayaknya bermusuhan dengan sesama saudara seiman. Mereka bukan musuh. Satu-satunya makhluk Allah yang pantas kita musuhi adalah setan.  Firman Allah: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, Maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”(Q.S. Fathir:6)

Maka kalau ada diantara kaum muslimin yang menabuh genderang permusuhan, baik dalam kapasitas pribadi atau golongan, sebenarnya mereka telah terhasut godaan-godaan setan.  Setan telah berhasil mengajak mereka menjadi ‘kaki tangannya’ di dunia ini, dan menjadi teman setianya di neraka nanti.

Sejahat-jahat manusia, boleh jadi ada kesempatan bertaubat.  Dalam sejarah Islam, bagaimana sosok Umar bin Khattab yang tergolong sadis terhadap kaum muslimin, tetapi menjadi garda terdepan dalam dakwah Islam setelah datang hidayah. Bagaimana juga sosok Khalid bin Walid yang membuat ummat Islam berduka di perang Uhud, tetapi sangat berjasa dalam perluasan dakwah Islam setelah menjadi seorang muslim, dan masih banyak lagi contoh yang lain.  Tetapi, apakah ada setan yang bertaubat? Sampai kapan pun tidak akan ada. Maka, ia merupakan musuh abadi.

Kalau kita semua menyadari hal ini, tentu hidup akan terasa nyaman dan tentram,  penuh kasih sayang dan kebersamaan, serta mudah menggapai ridla Allah.


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR