Rabu, 15 Juli 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Renungan dari Menara Kembar

KEZHOLIMAN

Selasa, 16 Juni 2020
H. Muhtar Gandaatmaja
Rubrik Khusus Ketua DKM Masjid Raya Bandung setiap hari Selasa

MRB- Allah benci orang  zholim. Zholim artinya aniaya atau lalim. Termasuk kedalam pengertian ini: memfitnah, mencaci maki, menyakiti perasaan, menghinakan, mengintimidasi, merampas hak-haknya, mengadu domba, membunuh dan lain-lain. Rasulullah saw menggelari mereka  dengan istilah almuflis, orang bangkrut alias failit. Sabdanya,  “ Tahukah kamu, siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai dirham, dinar dan harta benda.’ Beliau bersabda, ‘Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang nanti pada hari kiamat datang dengan membawa amal salat, zakat, puasanya, namun pada saat yang sama diapun memikul dosa dari  mencaci maki ini, menuduh itu, makan harta ini, menumpahkan darah itu, dan memukul ini, lantas kebaikannya diambil untuk membayar yang ini dan orang yang dianiaya itu diambilkan dari amal kebaikannya yang lain. Apabila amal kebaikannya telah habis padahal penganiayaannya itu belum terbayar semuanya, maka dosa-dosa orang yang dianiayanya itu diambil dan dibebankan kepadanya, yang akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (H.R. Turmudzi)

Zholim  lawannya  adil. Adil artinya pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya. Zholim kebalikannya, tidak pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya. Yang  benar di bela dan dibenarkan, ini adil karena memang seharusnya. Jika salah kemudian dibela dan dibenarkan, ini adalah kezholiman, karena bukan pada tempatnya. Yang  membela kita mati-matian, karena benar,  kita bela dan lindungi adalah adil karena sesuai dengan haknya. Jika yang memusuhi dan mencelakakan,  kita lindungi itu perbuatan tidak adil: Zholim.

Al-Qur’an menerangkan arti zholim dengan banyak makna,  antara lain surat Al-A’raf: 23, menyebutkan zholim artinya melanggar larangan Allah. : “Keduanya berkata (berdo’a), Ya Tuhan kami, kami telah zholim (menganiaya) diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” Adam as tak tergoda syetan,  memetik buah khuldi. Tapi Adam tidak bisa  menolak  keinginan istri tercinta, Siti Hawa. Karenanya mereka  terusir ke dunia. Mendapat hukuman Allah ratusan tahun berpisah. Lantunan do’a itu, robbana zholamna……, sepanjang waktu mereka sampaikan kepada Allah. Di Jabal Rohmah, Arafah,  Adam dan Hawa dipertemukan. Pelajaran buat semua, bukankah kitapun yang hebat di Kantor, tapi terkadang lemah lunglai  di rumah tidak berdaya  menolak permintaan istri walau  harus berhadapan dengan hukum?

Negeri Saba diabadikan Allah menjadi nama surat dalam al-Qur’an, yaitu surat Saba. Saba dalam sejarah,  secara geografis terletak di sebelah selatan jazirah Arab. Terjadi pada abad 1 s.d. 11 SM. Cerita Saba yang indah dan Saba yang hancur, diungkap sejak ayat 15-19.  Pada Ayat 15 Allah menggambarkan negeri saba yang indah dan makmur serta ada dalam ampunan Allah. Tapi karena mereka berpaling, Allah menghancurkannya dengan banjir besar (ayat:16).  Mereka zholim,  Allah hancurkan sehancur-hancurnya (ayat 19)

Perbuatan apapun yang menjadi penyebab orang menderita dan lingkungan binasa adalah kezholiman (Q.S. Albaqoroh: 231). Membuang sampah sembarangan aliran  sungai jadi mampet, selokan  tertutup, air  meluap, rumah terendam, orang sengsara karenanya masuk perbuatan dosa. Ini adalah kezholiman.   Hutan digunduli, kayunya ditebang sembarangan untuk memperkaya diri,  hujan turun,  tanah erosi, bukit tidak kuat menahan derasnya air, jadilah banjir besar. Roda perekonomian terganggu  orang jadi sengsara. Inilah kezholiman yang dikutuk tuhan selama-lamanya.  Wallahu A’lam:

Penulis: Ketua DKM Masjid Raya Bandung Prov Jabar - Ketua Yayasan al hijaz Aswaja


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR