Rabu, 28 Oktober 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Renungan Akhir Pekan

PINTU TAUBAT TERBUKA LUAS

Sabtu, 8 Agustus 2020
H. Muhammad Yahya Ajlani,

Wahsyi, orang yang pernah membunuh shahabat Hamzah (paman Nabi SAW.) pada perang Uhud berkeinginan kuat masuk Islam. Ia yang tinggal di Mekah segera mengirim surat kepada Rasulullah di Madinah. Dia menyampaikan, “Wahai Rasulullah saya ingin sekali masuk Islam, tetapi ada satu ayat yang diturunkan kepadamu telah menghalangiku masuk Islam, yaitu firman Allah: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”.(Q.S. al-Furqan:68) Aku pernah melakukan ketiga perkara di atas, apakah masih terbuka pintu taubat?” Maka turunlah ayat: “kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan”.(Q.S. al-Furqan:70)

Ayat ini selanjutnya dikirim kepada Wahsyi di Mekah. Wahsyi pun membalas dengan menyampaikan bahwa pada ayat tersebut terdapat satu syarat, yaitu amal shaleh. “Aku tidak tahu apakah aku mampu beramal shaleh atau tidak?” Maka turunlah ayat: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (Q.S. an-Nisa:48) Ayat ini pun dikirim kepada Wahsyi. Kemudian Wahsyi membalas lagi surat Rasulullah dengan menyampaikan bahwa pada ayat tersebut masih ada satu syarat, yaitu kehendak Allah, “apakah Allah berkehendak mengampuniku atau tidak?”. Maka kemudian turunlah ayat: “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. az-Zumar:53). Ayat ini pun disampaikan kepada Wahsyi, maka dengan segera ia berangkat ke Madinah bertemu Rasulullah SAW. untuk memeluk agama Islam.

Kisah yang diceritakan Ibnu Abbas di atas memberikan kejelasan bahwa pintu taubat masih sangat terbuka bagi setiap orang yang betul-betul ingin kembali kepada jalan yang benar. Pintu ampunan Allah masih sangat terbuka sampai akhir ajal menjemput (sakaratul maut). Disini manusia masih memiliki kesempatan bertaubat dari berbagai maksiat dan dosa yang dilakukan selama di dunia.

Secara garis besar, dosa terbagi dua bagian, yaitu dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia. Ketika seseorang yang berdosa ingin bertaubat, maka harus bersih dari dua dosa tersebut. Dosa kepada Allah dapat dibersihkan dengan istighfar, penyesalan yang mendalam, bertekad tidak mengulangi dosa lagi, dan segera melakukan kebaikan. Sedangkan yang berkaitan dengan sesama manusia, selain bertaubat kepada Allah, juga harus minta ma’af dan ishlah kepada yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, orang yang berbuat dzalim kepada sesama, tidak akan dima’afkan Allah selama belum mendapatkan ma’af dari orang yang bersangkutan. Orang yang mengambil hak orang lain (korupsi, mencuri), ia tidak akan mendapat ampunan Allah sekalipun telah menerima hukuman penjara berpuluh-puluh tahun, selama hak orang lain yang diambilnya belum dikembalikan, atau belum mendapat penghalalan dari yang bersangkutan.

Mengingat sangat pendeknya kehidupan dunia, dan beratnya pertanggung jawaban di akhirat, maka segala sesuatu yang menyangkut hak Allah dan sesama manusia, semampu mungkin dapat diselesaikan di dunia ini sebelum pintu taubat tertutup rapat-rapat.

Penulis : Pengurus Masjid Raya Bandung & Ketua Yayasan Baitul Ma’mur)


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR