Jumat, 4 Desember 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Renungan Akhir Pekan

MERDEKA: MENJAGA KEMULIAAN

Sabtu, 15 Agustus 2020
H. Muhammad Yahya Ajlani,
Renungan Akhir Pekan Rubrik Khusus setiap hari Ahad

Beberapa hari ke depan, tepatnya hari senin, 17 Agustus 2020 kita akan memperingati kemerdekaan RI yang ke-75. Kalau ukuran manusia, usia 75 tahun mungkin sudah tergolong Lansia. Tetapi untuk ukuran sebuah negara, usia 75 masih tergolong sangat muda, sehingga harus tetap dijaga agar tumbuh normal, mandiri dan maju.

Dalam memandang kemerdekaan, setiap orang mungkin saja memiliki kesan dan pandangan yang berbeda-beda. Bagi seorang veteran, kemerdekaan itu terasa benar-benar sebagai hasil perjuangan yang sangat dahsyat, karena mereka menyaksikan dan terjun langsung di medan tempur. Bagi generasi selanjutnya yang membaca sejarah hanya dari buku dan penuturan orang, mungkin saja kemerdekaan itu tak lebih dari cerita masa lalu yang kurang membekas. Bagi generasi selanjutnya yang tidak pernah mendapat pelajaran sejarah, mungkin saja kemerdekaan itu hanyalah upacara, lomba panjat pinang, balap karung dan balap kelereng.

Mengkaji dan menjiwai sejarah bukan berarti kita harus membenci Belanda, Protugis, Inggris dan Jepang yang telah menjajah kita, tetapi untuk menyadarkan kita dan generasi selanjutnya agar kuat, kokoh, mandiri dan maju, serta tidak hidup dibawah ketiak bangsa lain.

Ada sebagian kecil orang yang mengartikan kemerdekaan itu bebas sebebas-bebasnya. Sehingga aturan agama, negara dan norma masyarakat tak jarang dipandang sebagai belenggu kemerdekaan, misalnya aturan tentang pergaulan, jilbab, berpendapat, halal haram dan lain-lain. Disini kita harus melihat, justru dengan semakin banyaknya aturan, malah menandakan semakin mulianya manusia. Aturan halal – haram bukanlah mengekang kebebasan. Aturan jilbab bukan membatasi kaum perempuan. Aturan haramnya LGBT bukan memberangus kebebasan pergaulan. Justeru semua itu untuk mempertahankan kemuliaan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, bukankah orang-orang pilihan itu memiliki aturan yang ketat? Seorang presiden misalnya, ia diatur dengan protokol yang ketat. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, semuanya diatur sedemikian rupa. Tidak seperti orang biasa yang bebas makan di pinggir jalan, naik kendaraan umum, bepergian tanpa pengawasan dan lain-lain. Apakah semua aturan itu untuk membelenggu presiden? Tidak, justeru semua aturan itu untuk menjaga kehormatan presiden.

Manusia secara umum, terutama ummat Islam memiliki kedudukan khusus yang sangat mulia dihadapan Allah. Sehingga hidupnya diberi banyak aturan. Misalnya, harus menidirikan shalat, berpuasa, berzakat, dan menunaikan ibadah haji. Harus menutup aurat, menjaga pergaulan, memperhatikan halal-haram, dan lain-lain. Semua aturan itu tiada lain kecuali untuk menjaga kemuliaan manusia.

Mari kita jaga kemerdekaan RI ini dengan tetap menjaga kemuliaan kita sebagai pribadi muslim yang bertaqwa.

Penulis : Pengurus DKM Masjid Raya Bandung & Ketua Yayasan Baitul Ma’mur)


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR