Selasa, 23 Januari 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Maulud Nabi

Tempat Lahir Rasulullah Ini Terabaikan

Jumat, 1 Desember 2017
IST.
INILAH Maulud Nabi, situs sejarah yang merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad Saw.*

MRB - Rumah berukuran 10 x 18 meter itu merupakan bangunan terjelek yang ada di sekitar Masjidilharam. Nampak tak begitu terawat. Catnya terlihat mulai pudar, dan halamannya pun terkesan kotor. Inilah Maulud Nabi, situs sejarah yang merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Bangunan sebelah kiri dari rumah ini dijadikan gudang untuk menyimpan barang-barang yang tak terpakai. Sementara batas bagian kanan langsung berhadapan dengan tempat pengambilan air Zamzam yang disediakan pemerintah Arab. Sementara bagian belakang rumah ini berbatasan dengan trotoar jalan yang dilalui masyarakat yang akan berjamaah ke Masjidilharam dan mengambil air Zamzam dari keran yang disediakan.

Di sebelah timurnya terdapat terminal Babul Salam, tempat mangkalnya taksi yang sehari-hari menunggu penumpang yang keluar dari masjid. Masyarakat di sana mengenalnya kawasan itu sebagai Sib Amir. Letaknya hanya beberapa puluh meter dengan “Pasar Seng” –sekarang bukan lagi Pasar Seng karena sudah dibangun menjadi tempat perbelanjaan modern– yang merupakan tempat berbelanjanya jamaah Indonesia.

Tempat kelahiran Nabi Muhammad dulunya dikenal dengan lembah Abu Thalib. Ketika Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, rumah ini ditinggali oleh Aqil bin Abi Thalib yang kemudian didiami oleh anak turunannya. Selanjutnya rumah itu dibeli oleh Khizran, istri Harun. Kaum muslimin dari seluruh dunia menghormati rumah ini.

Pada Khalifah Harun al-Rasyid, dinasti Abbasiah, rumah kelahiran Nabi Muhammad tersebut dibongkar dan dijadikan Masjid al-Khaizuan, yaitu ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid. Tapi pada 1370 H atau tahun 1950 M, masjid tersebut dibongkar lagi untuk dijadikan perpustakaan hingga sekarang.

Dengan biaya dari kantongnya sendiri Syaikh Abbas Qatthan, membangun perpustakaan tersebut. Perpustakaan umum tersebut diberi nama Maktabah Makkah al-Mukarramah (perpustakaan Makkah al Mukarramah) hingga sekarang ini. Perpustakaan tersebut, tidak dibuka sepanjang hari dan tidak semua orang bebas masuk. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kerusakan pada koleksi buku yang tersimpan di dalamnya.

Di bagian selatan Maulud Nabi yang kini menjadi perpustakaan itu, terdapat dua terowongan, juga bernama terowong Sib Amir, dan sebelahnya lagi sekarang sedang dibangun tempat parkir. Lokasinya cukup strategis yaitu persis sebelah timur halaman Masjidilharam. Tapi karena diapit oleh terminal dan tempat parkir, lokasi ini pun akhirnya tak terurus.* abu ainun - MasjidRaya.com


BAGIKAN
BERI KOMENTAR