Rabu, 21 Februari 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Menag Ajak Muslim Dunia Suarakan Islam sebagai Agama Kedamaian

Senin, 11 Desember 2017
kemenag.go.id
MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.*

MRB - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Muslim di seluruh dunia untuk menyuarakan Islam sebagai agama kedamaian. Ajakan ini disampaikan Menag saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dikabarkan kemenag.go.id, Senin (11/12/2017), konferensi ini diselenggarakan oleh Muntada Ta'ziiz al-Silm fi al-Mujtama'aat al-Muslimah (Forum untuk Mempromosikan Budaya Damai di tengah Masyarakat Muslim) dengan tema Perdamaian Dunia dan Islamphobia.

Menurut Menag, tugas ulama (cerdik cendekia) dan hukama (orang-orang bijak) semakin berat, di tengah konflik antar umat Islam sendiri serta kampanye benturan peradaban, Islam dan Barat. Apalagi, peristiwa 11 September 2001 di Amerika telah menimbulkan ketegangan dalam hubungan antara Islam dan Barat kembali terbuka.

Meski dunia Islam mengecam dan mengutuk aksi tersebut, tetapi kencenderungan menjadikan Islam dan umat Islam sebagai ‘tersangka’ terus semakin meningkat. Setiap aksi kekerasan (terorisme) yang dilakukan sekelompok kecil umat Islam dan mengatasnamakan Islam, padahal Islam tidak merestuinya, selalu dikaitkan dengan Islam sebagai agama kekerasan yang tidak bisa bersanding dengan komunitas dan peradaban lain.

Kondisi ini diperburuk dengan kampanye Islamophobia yang disuarakan pihak-pihak tak bertanggung jawab hingga menyuburkan fenomena kebencian dan ketakutan terhadap Islam. Begitu meratanya fenomena tersebut, sehingga politik identitas di Eropa kembali menguat belakangan ini. Tebar kebencian terhadap Islam dan umat menjadi komoditas politik yang diminati untuk mendulang suara dalam setiap pemilihan umum.

“Di tengah situasi seperti ini, kita harus terus menyuarakan secara lantang Islam sebagai agama kedamaian. Islam mengajak umat manusia untuk hidup dengan aman dan damai,” terang Menag dalam pidato yang disampaikan dalam Bahasa Arab di Abu Dhabi, Senin (11/12).

“Esensi ajaran kedamaian bisa ditemukan dari nama Islam itu sendiri yang berasal dari satu akar kata dengan al-silm yang berarti kedamaian. Itulah esensi semua ajaran agama yang disampaikan oleh para nabi, termasuk Nabi Musa dan Nabi Isa,” sambungnya.

Menag mengatakan, Islam mengajarkan umatnya untuk menebar kedamaian melalui ucapan dan perbuatan, baik kepada yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Ketika ditanya, bagaimana cara berislam yang paling utama, Rasulullah menjawab, “tuth'imu al-tha'âma wa taqra'u al-salâma 'alâ man 'arafta wa man lam ta'rif (memberi makan orang miskin dan mengucapkan salam kepada yang dikenal dan yang tidak dikenal).

“Ketika umat Islam diminta untuk saling menebar salam, itu berarti tidak ada tempat di dalam Islam bagi kekerasan dan kebencian. Tebar kedamaian akan melahirkan cinta dan kasih sayang, sekaligus membuang jauh-jauh rasa kebencian dan permusuhan,” tuturnya.

Mengutip hadis, Menag mengatakan bahwa Rasulullah pernah berpesan, “Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak dinyatakan beriman secara benar sampai kamu bisa saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan cara yang membuatmu bisa saling mencintai? Tebarkan salam kedamaian di antara kamu”.

“Kita harus bisa membangun ketahanan dalam tubuh umat Islam agar tidak terjebak pada pemahaman ekstrem yang akan merusak citra Islam dan umat Islam,” ajaknya.

Sekitar 700 tokoh ulama dan cendikiawan dari berbagai negara hadir dalam konferensi ini. Adapun dari Indonesia, hadir Prof. Quraish Shihab, Prof. Amany Lubis, Prof. Amal Fathullah. Menag hadir didampingi Sekretaris Menteri Khoirul Huda Basyir dan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Muchlis M Hanafi.* nun - MasjidRaya.com


BAGIKAN
BERI KOMENTAR