Selasa, 23 Januari 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Masjid Al-Aqsha

Masjid Utama Ketiga, Kiblat Pertama Umat Islam

Selasa, 26 Desember 2017
IST.
SALAH satu ciri khas Masjid Aqsa adalah kubah berwarna emas yang terlihat menonjol di antara bangunan-bangunan tua berwarna putih. Interiornya sangat megah, dihiasi berbagai ukiran pada pilar, serta langit-langitnya. Areal di sekitar masjid yang di dalamnya ada kubah batu, dikenal juga dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau tanah suci yang mulia.*

MRB - MASJID Al Aqsa atau Masjid Al Aqsha atau Masjid Aqsa merupakan tempat suci agama Islam di Kota Tua Yerusalem. Masjid ini dianggap sebagai masjid utama ketiga oleh umat Islam, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Umat muslim percaya bahwa Nabi Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari masjid ini, setelah sebelumnya dibawa dari Masjidil Haram di Mekah kemudian ke Masjid Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Salah satu ciri khas Masjid Aqsa adalah kubah berwarna emas yang terlihat menonjol di antara bangunan-bangunan tua berwarna putih. Interiornya sangat megah, dihiasi berbagai ukiran pada pilar, serta langit-langitnya. Areal di sekitar masjid yang di dalamnya ada kubah batu, dikenal juga dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau tanah suci yang mulia.

Masjid Aqsa pernah menjadi arah kiblat shalat umat Islam. Nabi Muhammad mengajarkan umat Islam untuk berkiblat ke arah Masjid Aqsa atau Baitul Maqdis hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu, kiblat shalat diubah ke arah Ka’bah di dalam Masjidil Haram di Mekah hingga sekarang.

Masjid Aqsa awalnya berupa rumah ibadah kecil yang didirikan oleh salah seorang Khulafaur Rasyidin, yaitu Umar bin Khattab. Oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik, bangunan tersebut diperbaiki dan dibangun kembali. Pembangunan dilanjutkan oleh putra Umayyah Abdul Malik, yaitu Al-Walid dan baru selesai pada tahun 705 Masehi.

Tahun 746 Masehi, bangunan ini hancur oleh gempa bumi dan dibangun kembali oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754. Kemudian dilanjutkan oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780. Gempa berikutnya menghancurkan sebagian besar Masjid Aqsa pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.

Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah menambah bangunan masjid dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan. Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu.

Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania, meskipun ada pula yang menyatakan bahwa mimbar buatan Jepara digunakan di masjid ini.* abu ainun - MasjidRaya.com

 


BAGIKAN
BERI KOMENTAR