Selasa, 23 Januari 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Inspirasi
Ibrah

Harkat Pejabat

Kamis, 11 Januari 2018

MRB - Seorang pejabat mestilah memiliki tenggang rasa. Meskipun dia berlaku adil terhadap rakyatnya dan memerintah dengan baik, selayaknya dia tidak menampilkan tindakan yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Pada masa Khalifah Umar bin Khatab ada seorang gubernur yang membangun rumah di kaki bukit dengan halaman yang luas lengkap dengan pintu gerbang berikut penjaganya.

Ketika rakyatnya berkunjung kepada Umar, dia menanyakan keadaan gubernurnya. Mereka menjawab, "Baik, hai Amirul Mukminin. Hanya saja dia membuat rumah bertingkat."

Begitu Umar mendengar informasi ini dari mereka, dia langsung menulis surat dan mengirimkannya melalui kurir. Dia berkata kepada kurirnya, "Jika kamu tiba di pintu rumahnya, kumpulkan kayu bakar dan bakarlah pintunya."

Utusan datang lalu melaksanakan instruksi khalifah. Dia mengumpulkan kayu bakar, lalu membakar pintu rumah. Orang-orang menemui gubernur seraya berkata, "Di sana ada seseorang yang membakar pintu rumahmu!"

Gubernur itu berkata, "Biarkanlah, karena dia adalah utusan khalifah."

Utusan menemui gubernur seraya memberikan surat yang isinya berupa panggilan supaya dia menghadap kepada Umar. Belum lagi surat itu disimpan dari tangannya, dia langsung berangkat menemui khalifah.

Ketika Umar melihatnya --dia menolak untuk menemuinya-- dia berkata, "Janganlah dia menemuiku sebelum dijemur di bawah terik matahari selama tiga hari." Perintah khalifah pun dilaksanakan.

Setelah tiga hari, Umar berkata, "Hai budak harta, ikutlah denganku ke al-Hurrah." Al-Hurrah merupakan tempat penampungan unta dan domba sebagai zakat.

Umar memberinya mantel seraya berkata, "Buka bajumu dan pakailah mantel ini." Umar memberikan timba kepadanya seraya berkata, "Berilah unta-unta itu minum."

Belum lagi selesai memberi minum, dia tampak kecapaian. Maka Umar berkata, "Hai budak harta, berapa lama dahulu kamu bekerja seperti ini?"

Dia menjawab, "Sekian lama, wahai Amirul Mukminin."

Umar berkata, "Untuk inikah kamu mendirikan rumah di atas bukit; untuk mengawasi Kaum Muslimin, para janda dan anak yatim? Kembalilah ke pekerjaanmu dan jangan mengulangi kesalahan lagi."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - MasjidRaya.com


BAGIKAN
BERI KOMENTAR