Rabu, 21 Februari 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar

Guru PAUD Raudhatul Athfal Perlu Perhatian Besar

Jumat, 9 Februari 2018
humas setda
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto, yang juga Pembina PD Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Bandung, pada Rapat Kerja Pimpinan Daerah IV IGRA di Trends Cafe, Jalan Pahlawan No. 89 Kota Bandung, Kamis (8/2).* Humas Setda Kota Bandung

MRB - Pendidikan anak usia dini di Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Terlebih, Indonesia akan mendapat bonus demografis di tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto, yang juga Pembina PD Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Bandung pada Rapat Kerja Pimpinan Daerah IV IGRA di Trends Cafe, Jalan Pahlawan No. 89 Kota Bandung, Kamis (8/2).

 “Negara ini punya PR berat untuk tahun 2030. Saat itu, Indonesia mendapat bonus demografi. Itu akan sangat ditentukan oleh proses awal pendidikan ini,” kata Yossi.

Yossi beranggapan IGRA merupakan peran strategis dalam memberikan pendidikan untuk generasi 2030 tersebut.

 “Oleh karena itu, saya menganggap posisi Bapak-Ibu ini merupakan posisi yang sangat strategis,” kata Yossi.

Oleh karenanya, kata Yossi, IGRA perlu memperoleh perhatian yang besar karena IGRA dapat memberikan pendidikan dini dengan sentuhan Islami.

“Kenapa saya menaruh perhatian besar pada IGRA? Karena pendidikan itu ‘kan diawal, di tengah, dan di akhir. TK merupakan salah satu yang memberikan pendidikan di usia dini. Ini sangat menentukan kualitas anak-anak kita. Hanya IGRA yang memberikan kasih sayang pendidikan yang juga dibalut dengan sentuhan-sentuhan Islami. Ini sejalan Pemkot Bandung yang terus mendorong bagaimana terwujudnya Bandung Agamis,” tutur Yossi.

Oleh karena itu, sebagai wujud perhatian tersebut Yossi juga memperjuangkan kesejahteraan berbagai golongan dari guru PAUD.

“Saya sedang memperjuangkan bagaimana menghilangkan perbedaan guru-guru PAUD biasa dan guru-guru PAUD yang bersertifikasi,” tutur Yossi.

Yossi berpesan, agar guru-guru PAUD melanjutkan perjuangan dalam memberikan pendidikan untuk anak usia dini.

“Teruskan perjuangan, karena kita sedang mencari strategi agar bisa memberikan perhatian pada guru-guru. Bukan hanya dalam bentuk akreditasi, tapi juga dari kesejahteraan akan kita perhatikan,” ujar Yossi.* harie – MasjidRaya.com

 

 

 

 


BAGIKAN
BERI KOMENTAR